Laporan Kemhan ke Dewan Pers, Dinilai Langkah Mundur bagi Demokrasi

DETIK MERAH PUTIH

- Redaksi

Kamis, 11 September 2025 - 07:26 WIB

5045 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA || Koalisi Masyarakat Sipil, termasuk Setara Institute, mengecam langkah Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang melaporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers terkait pemberitaan rencana penerapan darurat militer. Koalisi menilai, langkah itu berpotensi mengancam kebebasan pers sekaligus melemahkan pilar demokrasi.

Melalui keterangannya, Kamis (11/9), Koalisi menegaskan, media merupakan salah satu instrumen penting demokrasi karena menjadi kanal kebebasan berekspresi dan sumber informasi bagi publik untuk menilai kinerja pemerintah. “Tindakan Kemhan justru berisiko mengancam kebebasan pers dan demokrasi. Presiden seharusnya bersikap tegas, karena darurat militer adalah kewenangan mutlak Presiden, bukan Menteri Pertahanan,” tegas pernyataan koalisi.

Koalisi juga menyoroti bahwa, pemberitaan Tempo terkait rencana darurat militer seharusnya dipandang sebagai bentuk kontrol publik. “Darurat militer merupakan kebijakan berisiko tinggi terhadap kebebasan sipil. Publik berhak mengkritisi rencana tersebut untuk mencegah terjadinya pelanggaran HAM,” lanjut pernyataan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, koalisi mendesak Kemhan dan TNI agar menindaklanjuti dugaan keterlibatan sejumlah oknum TNI dalam provokasi kerusuhan saat unjuk rasa. “Fokus Kemhan seharusnya adalah mendorong investigasi internal TNI, memberi akses pada tim pencari fakta independen dan Komnas HAM, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas,” tegas mereka.

Soal pemberitaan Tempo, koalisi menilai, Tempo sudah menjalankan kaidah jurnalistik, termasuk prinsip keberimbangan dengan upaya menghubungi Menteri Pertahanan dan menampilkan wawancara Panglima TNI. “Tempo telah memenuhi kode etik jurnalistik. Sengketa yang diajukan Kemhan justru bisa menjadi momok bagi kebebasan pers,” ujar koalisi.

Koalisi juga meminta Dewan Pers bersikap independen dan adil dalam menangani aduan Kemhan. “Tanpa kebebasan pers, warga negara tidak dapat berpartisipasi secara efektif dalam kebijakan publik,” tegas mereka.

Selanjutnya, Koalisi Masyarakat Sipil dan Setara Institute juga telah menerbitkan sejumlah pernyataan sikap, di antaranya:
– Seruan Rakyat Demokratis Jangan Sampai Darurat Sipil, Darurat Militer terjadi,
– Tegakkan Supremasi Sipil, Wujudkan Keadilan Sosial, dan Cegah Darurat Militer,
– Pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta terkait aksi anarkis pada Agustus 2025,
– Militerisasi Ruang Siber sebagai ancaman serius bagi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Red).

Berita Terkait

1 Hari Berlalu Operasi Zebra 2025, PW GPA DKI Dukung Strategi Kakorlantas Dalam Memberikan Edukasi Kepada Masyarakat
BPN Kepri Gencarkan Transformasi Layanan, Perkuat SDM dan Jalin Sinergi Strategis dengan BRI
Laporan Kemhan ke Dewan Pers, Dinilai Langkah Mundur bagi Demokrasi
Habib Bahar Menyerukan Indonesia yang Aman, Tentram, dan Sejahtera Tanpa Kerusuhan
Kakanwil BPN Kepri Terima Apresiasi Penghargaan dari Kapolda, Sukses Ungkap Jaringan Mafia Tanah
Diskusi Panel Jaringan Aktivis Nusantara Bahas Urgensi Reformasi Teknologi di Institusi Kepolisian Indonesia
Dari Gudang Solar Ilegal ke Ucapan Gantung Wartawan, PT Goi Group Patut Diseret ke Meja Hukum
Budi Arie dan Presiden Prabowo Luncurkan 80 Ribu Kopdeskel, Strategi Besar Wujudkan Ekonomi Berkeadilan

Berita Terkait

Jumat, 19 Desember 2025 - 05:06 WIB

Satreskrim Polres Aceh Tenggara Ungkap Praktik Prostitusi, Amankan Satu Mucikari dan Dua PSK

Rabu, 12 November 2025 - 13:57 WIB

Viral Isu Dana Desa Lawe Mantik, Hasil Investigasi: Pekerjaan Justru Melebihi Volume!

Sabtu, 1 November 2025 - 09:43 WIB

Kunjungan Bersejarah Bupati Salim Fakhry Bangkitkan Semangat Baru di SMP Negeri 3 Lawe Alas

Sabtu, 27 September 2025 - 06:26 WIB

Bupati Fakhry Lantik 4 Pejabat Eselon II, Tegaskan Komitmen Kinerja dan Integritas

Jumat, 26 September 2025 - 12:57 WIB

Diduga Abaikan K3, Proyek Revitalisasi SMA Negeri 1 Lawe Alas Disorot — Kepala Sekolah WY Bisa Dijerat UU

Minggu, 17 Agustus 2025 - 07:02 WIB

HUT RI ke-80 di Desa Kuta Buluh: Lomba Tradisional dan Seni Budaya Hidupkan Semangat Kemerdekaan

Minggu, 20 Juli 2025 - 16:11 WIB

LSM Bongkar Dugaan Pelanggaran Teknis Proyek Longsoran Aceh Tenggara, Diduga Tak Gunakan Batching Plant

Minggu, 20 Juli 2025 - 14:59 WIB

Rambung Teldak Dalam Bayang-Bayang Korupsi, Dana Desa Diduga Menguap Tanpa Bekas

Berita Terbaru

Jakarta

SPPG Terintegrasi dan Jalan Panjang Pembangunan Gizi Bangsa

Sabtu, 27 Des 2025 - 11:26 WIB

Jakarta

Jangan Dipelintir: Video Golf Kepala BGN Bertujuan Sosial

Jumat, 19 Des 2025 - 08:54 WIB